October 29, 2009

Tips for succeeding as a young Entrepreneur

Posted in Uncategorized at 7:07 am by stephanusyanggi

If you’ve got a business idea you can’t stop talking about, why wait to flex your entrepreneurial muscles? Here are five tips to get an idea out of your head and into the marketplace.
1. Take a calculated risk.
While Michael Neustel was an undergrad at North Dakota State University he began a lawn-sprinkler business. It folded because he could not devote enough time away from school. Now a patent attorney and founder and president of PatentWizard LLC, a software company in Fargo, N.D., Mr. Neustel says the experience taught him the importance of researching the market and workload. “Young people can fail without losing time or hurting their life, then try again,” he says.
A young person’s flexibility is an opportunity for success, says Mr. Neustel. Most are single, have few financial responsibilities and often can live on a relatively little money, he says. “It’s tough to focus on a business while paying the bills and working a full-time job,” he says. The entrepreneurial leap for a college student may be as simple as taking a semester off from school or enrolling part time. This stage of life is also a time for a young business-minded individual to evaluate whether the risky lifestyle of an entrepreneur is a healthy fit. “Look inside yourself toward where you are in life and ask, ‘Am I willing to take a risk?’ ” says Mr. Neustel.

2.Overcome early hurdles.
During his freshman year at Princeton University in 2001, Tom Szaky, 24 years old, began working on a project to create organic plant food made entirely from organic food waste and packaged in recycled soda bottles. The company, called TerraCycle, now located in Trenton, N.J., began to grow, and by the middle of his sophomore year, Mr. Szaky went on sabbatical. Due to his age, investor interest was slow.
“In the beginning, investors totally blew us off,” he says. Knowing his age was the primary deterrent, Mr. Szaky remained patient and persistent. Eventually, a radio interview led to an investment of a couple thousand dollars by a caller, and from there TerraCycle grew one investor at a time. Today, some of TerraCycle’s 15 products are found at Wal-Mart and Home Depot, and he expects revenues this year to be around $1.5 million. “Believing in the idea is critical, especially for a young person, because you have to get passed those first hurtles.”

3. Make the most of your school’s resources.
Matt Stucke, a 2004 graduate of the University of Mary in Bismarck, N.D, received first-place honors at UM’s 2003 annual Emerging Leaders Academy Entrepreneurship Fair for his invention of an athletic shoe cleat guard. With help from his school’s entrepreneurial organization, the Harold Schafer Leadership Center, Mr. Stucke created a board of directors consisting of faculty and local business owners. “The directors were investors with the mindset of supporting me,” he says.
Mr. Stucke, who now runs an Edward Jones Investments office as an investment representative in Fargo, N.D., called the product SafeSole. With the board’s help, he acquired a U.S. patent and entered national trade shows that led to relationships with manufacturers.
Be proactive in finding entrepreneurial resources at your school, says Mr. Stucke. This will be the beginning of your network and will give you experience to decide if you want to become an entrepreneur. Many universities have entrepreneur centers that connect students with industry professionals to explore hands-on business ideas. Also, take advantage of your university’s career services and alumni association.

4. Experienced professionals can help.
“Mentors are vital,” says Mr. Stucke, who can call his mentor for advice any time of day. Mr. Stucke was connected with his mentor, an entrepreneur and business owner, while an undergrad through his school’s entrepreneurial organization. Approach an experienced professional for one-on-one advice through your alumni association, while networking at a trade show, entrepreneur fair or any professional setting that seems appropriate.
“The smart kids are the ones who get business cards and hound professionals to talk during lunch,” says Wes Moss, an entrepreneur advocate and former contestant on Donald Trump’s “The Apprentice” television show. However, you must do your research. “People are flattered when asked for advice,” he says. But be well-informed about the person you are speaking to and know specifically what you want to talk about.

5. Adopt a learner’s mindset.
“People have great ideas in their head all the time, but it’s the people who get it in a business plan who succeed,” says Mr. Moss. Learning small business while digging your hands in it may slow your progress, but don’t rush, says Mr. Neustel. If you are stuck, write down the reasons you aren’t carrying out your idea, then solve them one by one, says Mr. Szaky. “People get stuck in thinking about the process, but you have to start somewhere,” he says.

October 27, 2009

Baby Soup

Posted in Life Story at 9:21 am by stephanusyanggi

Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuat dari sari/kaldu janin manusia.

‘Healthy Soup’ yang dipercaya dapat mendapat stamina dan keperkasaan pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 – 8

Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan , Taiwan mengaku sebagai pengkonsumsi tetap ‘Healthy Soup’.
Sebagai hasilnya, pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat ‘Healthy Soup’ ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali dalam semalam.

Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang menyediakan ‘Healthy Soup’ di kota Fu San -
Canton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk
‘Healthy Soup’ adalah BAIKUT.

Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah didapat karena mereka tidak tersedia ‘ready stock’.

Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh, bukan frozen.
Tetapi kalau ! berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda.

Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup’, dia menganjurkan untuk datang ke
sebuah desa di luar kota dimana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan.

Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis
kelamin perempuan.

Jika kali ini lahir perempuan lagi, maka ‘Healthy Soup’ dapat didapat dengan waktu dekat.

Cara pembuatan ‘Healthy Soup’, seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut:
Janin yang berumur beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam dan Baikut,

di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasak sup.

Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk memberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk ‘Healthy Soup’.

Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur.

Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing.

Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan, tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya (Masya Allah!!!).

Kali ini, harga per porsi ‘Healthy Soup’ 3,500 RMB karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau digugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2.000 RMB.

Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui.

Setelah selesai, ‘Healthy Soup’ disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah
kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan.
Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai
sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai kondisi yang sangat terkutuk.

October 25, 2009

China Strategic Business

Posted in Entrepreneurship at 9:14 am by stephanusyanggi

Negara China mempunyai sejarah yang panjang dalam hal peperangan antar
kerajaannya. Sehingga banyak orang pintar yang menjadi penasehat perang atau
para jendral harus mengadu strategi untuk memenangkan sebuah peperangan. Di
antaranya yang paling terkenal adalah Sun Tsu , Sun Bing , Qin Shi Huang, Liu
Bang, Cao-Cao, Zhuge Liang , dll. Nah tulisan kali ini kita hanya akan membahas
3 strategi perang China jaman dulu yang dikembangkan dan dipraktekkan di jaman
modern ini terutama di Indonesia. Kenapa cuma tiga ? Karena ada ribuan atau
mungkin ratusan ribu strategi perang yang mereka terapkan jaman dulu yang tidak
mungkin kita bahas satu persatu. Nah apa-apa saja strategi perangnya itu ? Mari
kita bahas satu persatu.

1. Untuk menaklukan dunia saya tidak perlu memiliki seribu pasukan tetapi saya
hanya butuh satu anak perempuan yang paling cantik di negeri ini. (Sun Tsu)

Maksud dari tulisan ini adalah :
Pada jaman dahulu di negeri China seorang Kaisar dapat memiliki selir hingga
mencapai 200 orang. Bagi yang memiliki anak perempuan yang cantik dapat di
ajukan ke Kaisar untuk dipersunting sebagai selir. Nah kalau kita memiliki
seorang anak perempuan yang cantik bahkan paling cantik di negeri itu maka
otomatis pasti akan dijadikan selir oleh Kaisar. Dan dengan menjadi yang
tercantik dari semua selir yang di miliki Kaisar maka tentunya akan menjadi
selir kesayangan Kaisar yang mana akan dipenuhi semua permintaannya oleh Kaisar.
Jadi dengan begitu kita bisa memerintah kerajaan melalui sang anak.
Jadi inti dari seni perang ini adalah mempergunakan daya tarik wanita atau di
negeri China dikenal dengan strategi ” JEBAKAN WANITA CANTIK “

Bagaimana hal ini dipraktekan di jaman modern ???
Teori ini dikembangkan dengan baik di bidang pemasaran dan politik.
Kita bisa lihat bagaimana tenaga-tenaga wanita dijadikan Sales Promotion Girls
untuk menarik pembeli atau pengunjung suatu event dan bagaimana tenaga wanita
juga dijadikan Lady Escourt yang kerjanya melakukan lobby kepada klien guna
memenangkan sebuah tender. Selain dari pada itu kita juga mendengar wanita
dimanfaatkan untuk menghancurkan karir seseorang dengan memakai jasa mereka
sebagai pembuat scandal kepada lawan bisnis atau politik.

2. Setelah sampai didaerah musuh bakar kapal dan buang persediaan makan. (Xiang
Yu)

Maksud dari teori ini adalah :
Ketika seorang Jendral kejam yang bernama Xiang Yu ingin memaksa anak buahnya
berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan maka cara yang ditempuhnya
adalah dengan mengancam kelangsungan hidup dari para tentaranya dengan membakar
kapal untuk mereka pulang serta membuang semua perbekalan untuk makan mereka.
Sehingga kalau mereka tetap ingin hidup jalan satu-satunya adalah memenangkan
perang. Karena kalau mereka dapat memenangkan peperangan berarti mereka dapat
merampas semua kebutuhan yang mereka butuhkan dari pihak musuh yang kalah.

Di jaman modern strategi ini dipraktekan di bidang perdagangan atau lebih
tepatnya di bidang Ketenaga kerjaan.
Cara yang dilakukan pengusaha atau perusahaan adalah dengan memberikan gaji yang
kecil dan pas-pasan kepada karyawan agar mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan
hidup mereka dan baru bisa mencukupi kebutuhan mereka kalau mereka mencapai
target yang ditentukan perusahaan dengan imbalan bonus dari pencapaian target.
Jadi dengan gaji yang pas-pasan atau malah kurang, maka tanpa disuruhpun para
pegawai mereka akan bekerja mati-matian untuk mencapai target yang ditentukan
agar menerima bonus yang dijanjikan perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan
mereka sehari-hari.

3. Tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya. ( Sam Kok )

Apa maksud dari tulisan diatas ???
Maksudnya adalah ketika melakukan pencurian di istana kaisar maka tempat yang
paling aman bersembunyi adalah di istana itu sendiri. Kenapa ??? Karena
kebiasaan orang mencuri di istana kaisar pasti sudah lari terbirit-birit dengan
memakai jurus langkah sejuta. Karena kalau ketahuan mencuri akan langsung di
hukum pancung atau disiksa sampai mati . Maka dengan tetap di istana bahkan
berteriak maling dan ikut serta dalam pencarian pencuri itu maka pasti orang
tidak akan menyangka bahwa dialah yang melakukan pencurian karena semua orang
tidak akan mempuyai nyali seperti itu.

Dijaman sekarang ini strategi perang ini malah lebih sering kita temukan di
Indonesia. Para pejabat atau pemilik kekuasaan yang melakukan korupsi akan lebih
dulu teriak maling kepada orang lain dan bertindak seakan-akan ingin memberantas
korupsi agar orang menyangka dirinya bersih dari korupsi. Orang sudah pasti akan
berpaling kepada orang yang diteriakan dari pada kepada dirinya yang pura-pura
bersih bahkan orang akan mendukungnya atas usahanya memberantas korupsi padahal
dialah biang dari korupsi itu.

Dari tulisan diatas kita dapat melihat bahwa strategi perang China jaman dahulu
tersebut telah dimodif sedemikian rupa agar dapat dipergunakan di abad modern
ini . Tetapi yang sangat disayangkan mereka menggunakannya untuk kepentingan dan
keperluan yang negatif.

Innovation at its Best – Google

Posted in Technology at 9:08 am by stephanusyanggi

Smart Internet search will be able to do with a mobile device in the NEAR future

A mobile device with Touch screen, built in camera, scanner, WiFi, Google map (hopefully Google earth), Google search, image search

Like this way, when you can see a building through it, it gives you the image search result right on the spot.

Choose a building and touch a floor and it tells you more details of the building. You can use it when you want to know a car model, an insect name, what kind of food is served at a restaurant and how much, who built a bridge, etc. etc.

It’s got a scanner built in.

so you can use it this way when you want to check the meaning of a word in the newspaper, book, magazine, etc. It would be much easier to read a real book. You can use the dictionary, wikipedia, thesaurus and anything else available on the web.

Indoor guide:Works in a building, airport, station, hospital, etc.

Automatic simultaneous translation: here Latin to English.

Search keyword: Helpful when you want to find out a word from a lot of text in newspaper/book.

Nutrition: This kind of function would be helpful for health freaks..

Getting data of a weather forecast, is possible.

October 21, 2009

Tommy Winata

Posted in Entrepreneurs of The Week at 6:53 am by stephanusyanggi

Bos Grup Artha Graha, Tomy Winata alias Oe Suat Hong, kelahiran Pontianak, 1958, salah seorang pengusaha sukses di negeri ini. TW, panggilan akrabnya, dikenal akrab dengan kalangan militer. Dia seorang yang ulet, memulai usahanya dari bawah, sejak remaja. Maklum, dia yatim-piatu, miskin. Tapi, kini dia seorang konglomerat yang sukses membangun imperium bisnis di bawah Grup Artha Graha.

Awalnya, 1972, pada usia 15 tahun, seseorang memperkenalkan TW kepada komandan rayon militer di Kecamatan Singkawang, Kalimantan Barat. Kemudian, buah perkenalan itu, TW dipercaya membangun kantor koramil di Singkawang.

Sejak itulah hubungan bisnisnya dengan militer terus berlangsung, terutama dengan beberapa perwira menengah dan tinggi. Dia sering dipercaya mengerjakan proyek, mulai dari membangun barak, sekolah tentara, menyalurkan barang-barang ke markas tentara di Irian Jaya dan di tempat-tempat lain seperti Ujungpandang dan Ambon.

Keuletan dan kebersahajaan penampilannya yang jauh dari kesan mewah, perlente, tampaknya membuat mitra bisnisnya lebih mempercayainya. Sehingga dalam waktu sepuluh tahun, TW berhasil mengembangkan imperium bisnisnya. Dia mendirikan PT Danayasa Arthatama (1989). Perusahaan ini, bermitra dengan Yayasan Kartika Eka Paksi, milik Angkatan Darat, membangun proyek raksasa Sudirman Central Business District (SCBD) yang menelan investasi US$ 3,25 miliar, direncanakan rampung 2007.

Di samping bergerak di bidang properti, bisnis TW juga meliputi perdagangan, konstruksi, perhotelan, perbankan, transportasi, dan telekomunikasi. Imperium usahanya sekurangnya terdiri atas 16 perusahaan.

Pria berdarah Taiwan ini memiliki sejumlah kapal pesiar dan ikut mengelola usaha pariwisata di Pulau Perantara dan Pulau Matahari di Kepulauan Seribu. Dalam kaitan ini, pada Mei 2000, dalam suatu acara dialog di sebuah stasiun televisi swasta bersama Presiden Abdurrahman Wahid, ditenggarai di kapal pesiar dan Kepulauan Seribu itu ada judi besar-besaran. Sehingga Gus Dur bereaksi: “Tangkap Tomy Winata.”

Tapi, saat pihak aparat, bahkan Komisi B (Bidang Pariwisata) DPRD DKI Jakarta melakukan inspeksi mendadak ke pulau itu, tidak ditemukan bukti sebagaimana yang dituduhkan Gus Dur. Ternyata, Pulau Ayer dikelola Pusat Koperasi TNI Angkatan Laut, bekerjasama dengan PT Global.

Namanya sering dikaitkan dengan mafia judi bersandi ‘Sembilan Naga’ yang beroperasi di berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Makao. Namun, sampai sekarang belum ada bukti hukum yang menegaskan bahwa ia adalah raja judi. Bahkan, kepada Majalah Forum, November 2001, TW menegaskan “Sejak dulu dan sampai hari ini, tidak ada bisnis saya yang bergerak di bidang perjudian. Semua usaha saya legal dan resmi.”

Orang-orang di sekitarnya juga malah menyebutnya sebagai “orang baik” yang suka menolong kaum miskin. Sikapnya ramah dan terbuka. Bicaranya lugas, humornya tinggi. Penampilannya jauh dari kesan perlente. Jarang memakai jas dan dasi, laiknya konglomerat. Ayah lima anak ini lebih suka memakai setelan safari lengan pendek berwarna gelap.

Bisnis Benih Padi Hibrida

Belakangan Tommy Winata makin serius menggarap bisnis benih padi hibrida. PT Sumber Alam Sutera (SAS), anak perusahaan kelompok usaha Artha Graha, awal November 2006 menggandeng perusahaan China, Guo Hao Seed Industry Co Ltd.

Kongsi ini akan menanamkan US$5 juta untuk membangun Pusat Studi Padi Hibrida (Hybrid Rice Research Center) di Indonesia yang ditargetkan beroperasi April 2007, bekerja sama dengan Badan Penelitian Padi (Balitpa) Departemen Pertanian. Penandatanganan nota kesepahaman terkait kerja sama antara PT SAS, Guo Hao, dan Balitpa, dilangsungkan Senin malam 13/11/2006, disaksikan Mentan Anton Apriyantonoyang dan dihadiri Tommy Winata.

Nota kesepahaman tersebut diteken oleh Presdir Sichuan Guo Hao Seed Industry Co Ltd Jing Fusong, Presdir SAS Babay Chalimi, dan Kepala Balitpa Achmad Suryana.

Pembangunan pusat studi padi hibrida ini direncanakan selesai dalam enam bulan ke depan sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan sejumlah varietas padi hibrida asal China yang diharapkan bisa meningkatkan produktivitas padi menjadi 8 ton-12 ton per hektare.

Presdir SAS Babay Chalimi mengatakan sampai sekarang belum ada pusat penelitian padi hibrida di dalam negeri. Sedangkan China itu sudah sangat berpengalaman di bidang ini. “Kami akan bangun Hybrid Rice Research Center joint dengan China dengan dana investasi awal US$5 juta,” kata Babay.

October 17, 2009

Create Fill Teks Effect

Posted in Photoshop at 5:39 pm by stephanusyanggi

Berikut Langkah-langkahnya:
1. Buat file baru
File > New dengan ukuran (Width : 450 px dan Height : 170 px)

2. Buat sebuah teks menggunakan HORIZONTAL TYPE TOOL
Hasilnya…

Kemudian Atur jenis Fonts dan Ukuran sesuai dengan selera kamu…
Disini saya menggunakan kata Digital dengan font Script MT Bold
Hasilnya:

Atau anda ingin font yang lain? bisa manfaatkan dengan search engine –> Keyword Download Fonts

3. Buka file gambar yang ingin kamu jadikan FILL dalam teks
Caranya: File > Open (pilih gambar) > Open Kamu bisa gunakan gambar apapun yang kamu suka.
disini anda bisa Gunakan Gambar ini sebagai latihan

Klik kanan gambar lalu pilih Save image As…
Atau gunakan gambar lain dengan mencari di searh engine… Keyword Wallpapers

4. Masukkan gambar yang sudah kamu pilih ke dalam layar kerja yang kita kerjakan tadi.
Caranya: Gunakan MOVE TOOL Klik Kanan + Tahan pada gambar > Tarik > Masukan Kedalam Layar kerja yang kita kerjakan. Atur ukuran gambar sehingga sesuai dengan ukuran Teks yang telah kamu buat

Pindahkan Gambar ke Kanvas Tulisan

5. Perhatikan pada WINDOW LAYER

Pastikan posisi Layer Gambar berada diatas Layer Teks
Tekan dan Tahan tombol ALT
kemudian arahkan kursor diperbatasan antara Layer gambar dan Layer Teks (ditandai garis biru pada gambar diatas), jika posisi kursor telah pas otomatis kursor akan berubah (lihat simbol yg lingkari merah pada gambar diatas), kemudian kamu tinggal KLIK. Jika langkah kamu benar maka gambar akan masuk kedalam Teks
Hasilnya:

(Dikutip dari Ilmugrafis.com)

October 14, 2009

Chicken a la Carte (by:Ferdinand Dimadura)

Posted in Life Story at 12:54 pm by stephanusyanggi

Watch This Video… Very Poor People….

http://www.cultureunplugged.com/play/1081/Chicken-a-la-Carte

Beautiful Girl

Posted in Life Story at 12:36 am by stephanusyanggi

Tadi siang temen adek gw dateng, n dia memainkan sebuah lagu “Beautiful Girl – Jose Mari Chan”. Setelah gw download mp3 nya, ternyata nie lagu bagus juga n lagi sesuai dengan suasana hati. it’s the lyrics of the song:

Beautiful girl, wherever you are
I knew when I saw you, you had opened the door
I knew that I’d love again after a long, long while
I’d love again.
You said “hello” and I turned to go
But something in your eyes left my heart beating so
I just knew that I’d love again after a long, long while
I’d love again.
Refrain : It was destiny’s game
For when love finally came on
I rushed in line only to find
That you were gone.
Whenever you are, I fear that I might
Have lost you forever like a song in the night
Now that I’ve loved again after a long, long while
I’ve loved again.
*Repeat Refrain
Beautiful girl, I’ll search on for you
‘Til all of your loveliness in my arms come true
You’ve made me love again after a long, long while
In love again
And I’m glad that it’s you
Hmm, beautiful girl.

(Jose Mari Chan)

lagunya cukup menyentuh hati, karena setelah sekian lama akhirnya dapat mencintai kembali, u’r my beautiful girl.

October 13, 2009

Before You Complain

Posted in Life Story at 4:24 pm by stephanusyanggi

01].Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

02]. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

03]. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

04]. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

05]. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

06]. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

07]. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

08]. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan

09]. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10]. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11]. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

12]. Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !

a. Life is a gift
b. Live it…
c. Enjoy it…
d. Celebrate it…
e. And fulfill it.

13]. Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu.

14]. Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan

15]. Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya.

16]. It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone, but it’s
also true You don’t know what you’ve been missing until it arrives !

October 12, 2009

10 Key Succes Japanese People

Posted in Entrepreneurship at 9:22 pm by stephanusyanggi

1. Hard Work

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Shy

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Frugal

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalty

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovation

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Never Give Up

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Reading Culture

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Team Work

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Independent

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Keep The Tradition and Respect With Their  Parents

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Previous page · Next page

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.